Dedikasi Dosen Bisnis Digital UMRAH: Dari Bangku Kuliah, Dorong Ekonomi Pesisir Senggarang Lewat Eduekowisata
Tanjungpinang, 6 September 2026 — Bagi akademisi Program Studi Bisnis Digital Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), ilmu ekonomi tak boleh berhenti di atas kertas atau ruang kelas semata. Ilmu itu harus berlayar, menyentuh tanah pesisir, dan memberi dampak nyata bagi dapur warga lokal.

Semangat dedikasi itulah yang dibawa Mirza Ayunda Pratiwi, Dosen Bisnis Digital UMRAH sekaligus Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Bersama tim dosen Bisnis Digital dan kolaborasi lintas program studi, mereka mendedikasikan keahlian akademisnya untuk mendampingi warga Kelurahan Senggarang—wilayah yang dikenal sebagai Kampung Proklim namun belum tergarap optimal secara komersial.
“Senggarang punya potensi kearifan lokal yang luar biasa. Namun tantangannya, potensi ini belum dikemas secara bisnis dan belum dipasarkan secara terstruktur. Di sinilah peran Bisnis Digital masuk untuk menjembatani kearifan lokal dengan peluang pasar,” ujar Mirza.

Sentuhan Bisnis Digital: Merancang Produk hingga Hitung Profit
Berbekal analisis potensi wilayah, tim Dosen Bisnis Digital UMRAH mulai merancang fondasi bisnis wisata lokal. Mereka tidak hanya mengidentifikasi daya tarik desa, tetapi juga menyusun lima paket eduekowisata bahari terstruktur:
- Paket Sejarah & Budaya Senggarang
- Paket Kearifan Lokal Nelayan
- Paket Edukasi Konservasi Mangrove
- Paket Adventure Laut
- Paket Terpadu Explore Senggarang
Bentuk nyata dedikasi tim dosen Bisnis Digital ini terlihat dari pendampingan intensif kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senggarang. Lewat serangkaian pelatihan, para dosen membantu menyusun skema penetapan harga (pricing strategy), perhitungan proyeksi profit, hingga simulasi proses bisnis agar Pokdarwis memiliki sumber pendapatan mandiri yang berkelanjutan.
Membuka Akses Pasar Internasional
Kerja keras dan dedikasi tersebut berbuah manis. Tim Dosen Bisnis Digital berhasil membuka akses pasar dengan menggandeng PasarFish, sebuah startup wisata maritim asal Singapura.
Uji coba perdana pun digelar dengan mendatangkan delapan wisatawan mancanegara. Paket customized seharga Rp450.000 per orang—termasuk penyewaan boat kayu—menjadi bukti awal bahwa produk wisata olahan dosen dan warga lokal ini memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.
Selama kunjungan, para tamu diajak menikmati jamuan kuliner khas pesisir di Kelong Madu Tiga, melihat keramba tradisional dari pohon nibung di Kelenteng Nyonya, hingga menyaksikan demonstrasi alat tangkap tradisional seperti sondong, bubu, dan bento di Tanjong Sebaok. Pengalaman otentik ini bahkan membuat Kenny, founder PasarFish (pasarfish.com), bernostalgia dengan suasana Singapura 30 tahun silam dan berjanji membawa lebih banyak turis ke Senggarang.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Warga Pesisir
Kehadiran program eduekowisata ini membuktikan bahwa dedikasi para dosen Bisnis Digital UMRAH mampu menggerakkan ekosistem ekonomi yang lebih luas. Dampak manisnya tak cuma dirasakan Pokdarwis, tetapi juga dirasakan langsung oleh penyedia kuliner lokal, pemilik kelong, hingga para pemilik boat kayu tempatan.
Kegiatan ini juga makin solid berkat dukungan penuh dari Lurah Senggarang yang selalu setia turun ke lapangan mendampingi setiap tahapan program, serta sinergi sanitasi pesisir ramah lingkungan yang digagas dosen UMRAH lainnya, Henky Irawan.
Bagi Mirza dan tim Dosen Bisnis Digital UMRAH, melihat senyum warga dan menggeliatnya ekonomi Senggarang adalah muara utama dari pengabdian mereka.
“Riset dan ilmu bisnis digital harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Kami ingin warga pesisir Senggarang makin berdaya dan mandiri secara ekonomi dari potensi yang mereka miliki sendiri,” pungkas Mirza.
