Prodi Bisnis Digital UMRAH Implementasikan Pembelajaran Ekonomi Biru Berkelanjutan melalui Penanaman 300 Bibit Mangrove
TANJUNGPINANG – Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), menyelenggarakan pembelajaran lapangan berbasis ekonomi biru (blue economy) berkelanjutan melalui kegiatan Mangrove Carbon Offset di Senggarang Besar, Kota Tanjungpinang, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diwujudkan melalui penanaman 300 bibit mangrove yang melibatkan 129 mahasiswa sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEB11103).

Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan pembelajaran yang mengintegrasikan konsep ekonomi dan bisnis maritim, keberlanjutan lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam konteks pembangunan wilayah pesisir. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, Program Studi Bisnis Digital berupaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai keterkaitan antara pelestarian ekosistem pesisir, aktivitas ekonomi masyarakat, dan pengembangan model bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga menegaskan komitmen Prodi Bisnis Digital FEBM UMRAH dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dengan karakteristik wilayah Kepulauan Riau sebagai kawasan maritim. Potensi ekosistem pesisir tidak hanya dipahami dari perspektif ekologis, tetapi juga dikaji sebagai sumber pembelajaran untuk mengidentifikasi peluang inovasi, kewirausahaan, dan pengembangan ekonomi lokal yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Implementasi Mata Kuliah Ekonomi dan Bisnis Maritim dalam Konteks Lapangan
Kegiatan Mangrove Carbon Offset merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEB11103) yang diampu oleh Prof. Agung Dhamar Syakti, Mirza Ayunda Pratiwi, S.E., M.Sc., Henky Irawan, S.Pi., M.P., M.Sc., dan Ahmad Bima Mahendra, S.M., M.M.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan konsep yang dipelajari dalam perkuliahan dengan persoalan nyata dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada pemahaman aspek ekonomi dan bisnis, tetapi juga pada kemampuan mengidentifikasi hubungan antara keberlanjutan sumber daya alam, aktivitas masyarakat, dan potensi penciptaan nilai ekonomi.
Pendekatan pembelajaran lapangan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pengembangan bisnis di wilayah maritim perlu mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kepentingan masyarakat. Perspektif tersebut relevan dengan pengembangan ekonomi biru yang menempatkan pemanfaatan sumber daya perairan dan pesisir secara bertanggung jawab sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan penanaman mangrove, Prodi Bisnis Digital menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik pelestarian lingkungan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa dalam menganalisis peluang bisnis, merancang inovasi, serta mengembangkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maritim.
Integrasi Teknologi Digital dan Literasi Karbon
Salah satu unsur pembelajaran dalam kegiatan ini adalah pengenalan konsep carbon offset melalui penggunaan kalkulator karbon mangrove. Sebelum pelaksanaan penanaman, mahasiswa diarahkan untuk menggunakan aplikasi digital yang membantu memperkenalkan konsep jejak karbon dan peran ekosistem mangrove dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Aplikasi Mangrove Carbon Offset Calculator dapat diakses melalui tautan berikut:
https://rhizophora-carbon-offset-calculator.onhercules.app
Penggunaan kalkulator ini memperlihatkan bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai instrumen edukasi untuk meningkatkan literasi karbon dan pemahaman mengenai hubungan antara aktivitas manusia dengan lingkungan. Dalam konteks Bisnis Digital, pemanfaatan teknologi tersebut juga membuka ruang pembelajaran mengenai penggunaan perangkat digital untuk mendukung pengambilan keputusan, komunikasi keberlanjutan, dan pengembangan inisiatif bisnis yang memperhatikan dampak lingkungan.
Dosen pengampu mata kuliah, Henky Irawan, S.Pi., M.P., M.Sc., menjelaskan bahwa penggunaan kalkulator karbon mangrove merupakan bagian dari pengenalan mahasiswa terhadap konsep jejak karbon dan kontribusi mangrove dalam mendukung penyerapan karbon.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya menghubungkan aksi lingkungan dengan pemahaman berbasis data. Penanaman mangrove tidak hanya menjadi aktivitas fisik, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mempelajari bagaimana teknologi dapat mendukung edukasi lingkungan dan pengembangan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, 129 mahasiswa mengikuti kegiatan dengan pengaturan formasi penanaman agar proses berlangsung secara tertib dan terkoordinasi. Keterlibatan mahasiswa dalam keseluruhan kegiatan menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran yang menggabungkan pemahaman konseptual, penggunaan teknologi, dan partisipasi langsung dalam aksi pelestarian lingkungan.
Living Lab: Menghubungkan Perguruan Tinggi, Masyarakat, dan Potensi Maritim
Koordinator Program Studi Bisnis Digital UMRAH, Mirza Ayunda Pratiwi, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan lingkungan dan masyarakat sebagai ruang belajar nyata atau living lab bagi mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong mahasiswa Bisnis Digital untuk belajar tidak hanya dari laboratorium komputer, tetapi juga dari lingkungan dan masyarakat secara langsung. Mahasiswa dapat memahami persoalan lingkungan, merasakan pengalaman berkontribusi bagi kelestarian alam, serta melihat bagaimana aktivitas pelestarian dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Mirza, pembelajaran berbasis potensi maritim perlu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati persoalan nyata, memahami kebutuhan masyarakat, dan mengidentifikasi peluang pengembangan usaha yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Dengan demikian, kompetensi bisnis digital dapat dikembangkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar digital secara umum, tetapi juga untuk mendukung inovasi ekonomi di kawasan pesisir dan maritim.
Ia menambahkan bahwa ekosistem mangrove memiliki nilai ekologis sekaligus potensi untuk mendukung kegiatan edukasi lingkungan, ekowisata, dan pengembangan usaha berbasis ekonomi biru.
“Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis. Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh inspirasi untuk membangun usaha yang inovatif, memiliki nilai ekonomi, dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” tambahnya.
Melalui pendekatan living lab, Prodi Bisnis Digital berupaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan lingkungan sosial-ekonomi tempat ilmu tersebut diterapkan. Kawasan pesisir Senggarang menjadi konteks pembelajaran untuk memahami bahwa inovasi bisnis yang relevan dengan wilayah maritim perlu dibangun dengan mempertimbangkan karakteristik sumber daya lokal, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem.
Kolaborasi dengan Masyarakat dalam Pelestarian Ekosistem Pesisir
Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Senggarang dan Mangrove Information Training Centre (MITC) UMRAH. Sebanyak 300 bibit mangrove yang ditanam merupakan hasil pembibitan warga melalui Pokdarwis Senggarang.
Keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bibit menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan karena mempertemukan proses pembelajaran perguruan tinggi dengan praktik pelestarian yang dilakukan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut juga memberikan konteks nyata bagi mahasiswa untuk memahami peran komunitas lokal dalam menjaga ekosistem sekaligus mengembangkan potensi wilayah.
Lurah Senggarang Besar yang turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada UMRAH, khususnya Program Studi Bisnis Digital, atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian lingkungan di wilayah Senggarang. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui keterlibatan perguruan tinggi dan masyarakat.
Sinergi antara Prodi Bisnis Digital, MITC UMRAH, Pokdarwis Senggarang, dan pemerintah kelurahan menunjukkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung keberlanjutan kawasan pesisir. Dalam konteks pendidikan, kolaborasi ini juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam memahami hubungan antara pengelolaan lingkungan, partisipasi sosial, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Memperkuat Kontribusi Prodi Bisnis Digital terhadap SDGs dan Ekonomi Biru
Kegiatan Mangrove Carbon Offset mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 tentang Ekosistem Lautan, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.
Bagi Prodi Bisnis Digital FEBM UMRAH, kegiatan ini menjadi bentuk penerapan pembelajaran yang menghubungkan kompetensi bisnis digital dengan agenda keberlanjutan. Mahasiswa memperoleh konteks untuk memahami bahwa pengembangan bisnis masa kini tidak hanya berkaitan dengan penciptaan nilai ekonomi, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas usaha.
Pembelajaran ekonomi biru berkelanjutan juga relevan dengan karakteristik UMRAH sebagai perguruan tinggi negeri yang berorientasi pada pengembangan wilayah maritim. Dengan memanfaatkan potensi pesisir Kepulauan Riau sebagai konteks pembelajaran, Prodi Bisnis Digital berupaya membangun pengalaman akademik yang relevan dengan tantangan dan peluang ekonomi maritim.
Penanaman 300 bibit mangrove di Senggarang Besar dengan melibatkan 129 mahasiswa menjadi wujud implementasi mata kuliah yang mengintegrasikan pembelajaran akademik, pemanfaatan teknologi digital, aksi lingkungan, dan kolaborasi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan pembelajaran yang semakin aplikatif serta mendorong lahirnya gagasan inovasi dan kewirausahaan digital yang mendukung ekonomi biru berkelanjutan.
Melalui pembelajaran Ekonomi dan Bisnis Maritim, Prodi Bisnis Digital FEBM UMRAH berkomitmen mengembangkan kompetensi bisnis digital yang berakar pada potensi maritim, berorientasi pada keberlanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.
